semua berawal dari pembangunan masjid arrohman, tahukah saudara2ku dirantau bahwa proses pembangunan arrohman dilalui melalui proses yangpanjang? pertama kali anding mo beli tanah pak katmi beliau tanya kalodibangun masjid yang baru apa cungkup padusan bisa dipindah. takmirngubungi pemerintah setempat dan tokoh2 adat, kesimpulan dari tokoh2sesepuh yang tau penerawangan di wakili oleh mbah wir rt.12 dan paksukidi mengatakan cungkup itu dah kosong. di teruskan ke pak bayanberdua beliau oke kalo di pindah tapi tidak di bongkar. kemudiandibuatlah surat pernyataan bersama yang di tanda tangani tokoh adatdan masyarakat seingatku antara lain pak jali,pak pariyem (mewakiliberjonggo) alh.pak wik, mbah harti ( tokoh masyarakat) kedua bayan danjuga pak lurah dan disosialisasikan di pertemuan perangkat tgl.4pancot lor dan tgl.10 pancot kidul n setiap rt dikasih copyanya. suratpernyataan insya allah masih kami pegang. proses pemindahan diserahkankepada mbah wir dan pak sukidi.setelah digoleki dinone akhirnya mbah wir dgn ubo rampenya memindahsebagian tanah di cungkup ketempat yang sekarang ada cungkupdibawahnya. selang beberapa waktu ketika proses pembangunan masjidberjalan ada protes dari sebagian masyarakat yang di wakili oleh paklastri slamet n m'sular intinya cungkup harus dikembalikan ketempatsemula karena waktu itu ada beberapa kematian yang beruntun menurutmereka penyebabnya mbok rondo ngamuk. dilakukan pertemuan di rumahsungkono, waktu itu kami dan pak lurah serta bayan cuma dikumbah tidakdiberi kesempatan bicara, yo wis cungkup dikembalikan walau aq yakinsampe sekarangpun yang disalahne n dibilang kewanen "cah masjidtan".bagi kami ini catatan pertama kali pemerintahan ora kanggo di desakita n kami ndak di uwongne, sabar......kejadian kedua 3 tahun yang lalu ketika suronan, dari sebagian kaummuslim di pancot tidak mbayar iuran untuk wayangan. tentu alasanyabahwa itu perbuatan syirik, maaf bagi temen yang rutin punya pengajianataupun ya mau mbaca terjemahan Quran tentu tau itu bahwa dosa syiriksekecil apapun tidak di ampuni dan menjadi penyebab tidak diterimanyaamal dan dapat di pastikan masuk neraka. tidak bermaksud ngajarilogikanya ngapain kita sholat, menjalankan syariat ato berbuat baikkalo itu tidak dihitung sebagai amalan gara2 kita masih menyekutukanAllah, kadang2 disauri kabeh kan menurut niatnya, ya udah itu pilihanhidup mau takut pada Allah ato pekewuh mbek menungso. dampak darikejadian itu rumah2 kaum muslim pancot di lempari batu, yo wis kamilaporan mbek hansip, rt, bayan ndak bisa ngrampungi. beberapa harikemudian kami berhasil menangkap radi dan sumardi diserahkan ke hansipbuat pernyataan ( insya allah suratnya masih) tidak akan mengulanginyatanya terjadi lagi, masuk ke laporan polisi yo ora di proses lagi2kami yang disalahkan ngopo kok gur mbayar 20 ewu ae ra gelem, polisindak masuk ke perkaranya tapi malah begitu, kami maklum dieyelo yo oradong tentang aqidah, wis jelas ada surat pernyataan ini lho singmbalangi omah ngono ae yo gak iso mutusi.pasca kejadian itu di adakan pertemuan di kelurahan dihadiripemerintah kelurahan dan muspika, beliau2 menyarankan sing adat yoadat sing agomo yo agomo ra sah dicampur2 sampai debatebel kebebasanmemeluk agama, kami memberikan solusi mbayar tp untuk pembangunanfisik ato kepentingan lain di luar suran n modosio mereka ndak bisanerima, nek cuma pake bahasa pokok'e yo uwis pinginmu opo! ini catatankami yang kedua mereka tidak mengakui keberadaan hukum negara dan aparat.setelah itu masih ada pelemparan rumah lagi akhirnya diadakanpertemuan di pasar melibatkan pemerintah kabupaten, mui, kejaksaandll. yang pertama kali ngomong mui malah diurak, kejaksaan orang daribali memojokan kami, camat ngomongane nglantur memojokan kami (setelah kejadian camat dipertemukan dgn kami di kantor sekda kabupatenakhirnya minta maaf ke umat islam, tuntutan kami untuk nganti camattidak digubris akhirnya kami ancam waktu kedatangan presiden dikaranganyar kami akan demo, selang sehari sebelum kedatangan presidencamat diganti mendadak) puncaknya sular dikasih kesempatan maka diamenjatuhkan sanksi kami harus diusir dari pancot,aparat dan unsur2pemerintahan negara yang disitu yo meneng ae ki! cobe sampeyanbayangne negoro ono hukum we kelakon itu kejadian, begitu besarkekuasaanya tho? yo wis pertemuan selesai kami sabar....malamnya kami semakin siaga kami yakin akan ada lagi pelemparan rumah,bener jam 1 dinihari rumah pak budi dimun dilempari untungnya ada yangjaga, kami melawan walau kalah jumlah akhirnya dapat nangkap pak herimie ayam, sekali lagi polisi tidak dapat menyelesaikan masalah. ataskejadian itu temen2 muslim dari luar pancot yo ra negakne tho kalosodaranya di unyo2 terus baik dari tawangmangu, karanganyar, solobahkan satgas p3 jogja berdatangan. tersiar kabar dari daerah luarakan masuk pancot, kami sadar klo ini kejadian pasti tambah rame. aqdan wakiyo harus bolak balik ke blumbang 2 kali untuk meyakinkanmereka2 jangan masuk pancot sampe mengiba-iba ke mereka untuk mesaknekami yang dipancot. atas peristiwa itu sampe sekarang beritanya adalahkami mengundang dan minta bantuan keluar untuk ngrusak desane dewepadahal sing ko njobo ki cuma giyanto sieng yang lahir dan besar dipancot tapi sekarang berdomisili di bogor. nek sampeyan2 yang dirantautrus diangeb dudu wong pancot maneh yo trimo? kami sabar.....akhirnya temen2 dari luar mengarahkan aksinya ke polsek intinya polisiharus menangkap orang2 yang merusak rumah, ashar bantuan dari polresdatang nangkap yang berbuat n sular serta slamet ngomin serta pak budidimun dibawa juga sebagai saksi korban. setelah dikuliahi aktivismulsim dari solo sular diminta menandatangani surat pernyataanperdamaian yang sebagai pihak korbanya pak budi dimun ( suratnya jugamasih ada tu..dan kemarin sempat diminta dibacalagi oleh sularkemudian diminta bertobat, wong atase ketua takmir mushola kok dikonsholat subuh bareng ndak mau yo dipekso)akhirnya pasca itu tidakterjadi apa2 lagi sampai kejadian kemarin.dari catatan2 di atas kesimpulane kan bukan perkara hukum po benersalah tapi seneng karo ra seneng terus piye penyeleseane? polisi danaparat berkali-kali gak iso ngrampungi, mereka intinya yang pentingdamai ra perduli kamu merdeka po tertekan, klo kami yo melok2 pejuang45 ae kami cinta damai tetapi kami lebih cinta kemerdekaan githu lho...mungkin nek dijak rembukan isih iso no problem tapi nek pake bahasapoko'e trus piye. saya sadar temen2 yang dirantau kondisinya berbedaterkait permasalahan ini, kalo aq tidak dipancot tentu yo bedhopandangane. soal ngundang bantuan dari luar itu bentukketidakpercayaan lagi kepada aparat, sampeyan ngerti dewe piyepandangane aparat terhadap "umat muslim" secara umum dan itu jugaterjadi di tempat kita dan aq sendiri udah membuktikanya, skenarionemereka tetap diluar pancot tp wis getem2 trus piye. sabar tidak sabaritu bagian dari strategi, nek ngenteni polisi trus dibongkar kamiakhul yaqin itu tidak akan kejadian, kami tidak mau lagi mengulangkesalahan, nek tidak dicegati kami ndak nyerang kok, skenario awalcuma buka tembok setelah itu selesai.pasca kejadian ini sebenarnya ada kekwatiran bagi kami terhadap desakita, kalo saudara2 adat tidak mendo malah ndadi tentunya menjadipersoalan besar. sampeyan2 juga ngerti seberapa besar kekuatan umatislam ini nek ada kejadian lagi tentu bakale akan lebih besar kekuatanyang akan "masuk" desa kita, dari beberapa pembicaraan dengan aktivis2tersebut desa kita udah dijadiin barometer tentang hubungan islam danadat. terus terang dari kami tidak punya kekuatan lagi untuk menahanmereka, ini bukan ancaman tapi sampeyan2 bisa melogika itu klo sampekejadian. tolong bantuan temen2...... . soal nyalah2ne kami it's oke,stigma atas seluruh persoalan yang ada di pancot sumbernya dari "cahmasjidtan" ditompo kanti legowo lan sabar opo trus ngawur membabibuta? ketok'e ora. soal judi, ngetengi uwong, mendem, gelutan, malingnek ora jadi masalah it's oke, kami meneng walau secara dakwah kamikecipratan dosane mergone ora ngandani dan tidak menahan perbuatanitu. sampeyan menyarankan kami kudu piye we kami manut sing pentingitu tadi ojo perkoro aqidah.....
Catatan Mbah Gino
-
Almarhum Mbah Gino (Sugino Prawirorejo) pernah membuat tulisan tangan
sebanyak 12 lembar yang beliau beri judul *Sarasilah Eyang Joyodikromo. *Tampaknya ...
8 tahun yang lalu
